Kubah Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar merupakan masjid yang dibangun di atas lahan lapangan sepak bola Exelsior di Kota Makassar,yang mana mempunyai luas tanah sekitar 13.912 meter persegi yang dihibahkan untuk pembangunan masjid tersebut. Bangunan awal Masjid Raya Makassar ini semula dirancang oleh M Soebardjo dengan ciri khas mempunyai Kubah Masjid yang sangat megah kala itu,masjid ini mulai dibangun pada tanggal 25 Mei 1949.

Dana awal pembangunan masjid ini hanya sebesar Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah) yang mana dana tersebut semula diprakarsai oleh K H Ahmad Bone, seorang ulama terkenal yang berasal dari Kabupaten Bone pada tahun 1947 dengan menunjuk ketua panitia KH Muchtar Lutfi, lalu selang dua tahun kemudian diresmikan dengan menghabiskan biaya Rp1,2 juta rupiah pada tahun 1949.

Kubah Masjid Raya Makassar

Masjid raya makasar ini merupakan sebuah kebanggaan bagi semua kau muslim terutama yang tinggal di Kota Makassar,yang mana masjid ini telah menjadi tempat dilaksanakannya untuk pertama kali perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada tahun pada 1955 silam. Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dahulu pernah singgah dan juga turut melaksanakan sholat Jumat di masjid ini pada tahun 1957. Sedangkan mantan Presiden Soeharto juga berkunjung dan sholat Jumat di masjid perjuangan ini pada tahun 1967.

Bangunan masjid ini memulai sebuah renovasi besar-besaran dari awal tahun 1999 sampai tahun 2005. Rancangan ini oleh arsitek bernama Muhammad Soebardjo, yang memenangkan sayembara yang digelarkan panitia pembangunan masjid raya. Bangunan di Masjid Raya Makassar ini setidaknya bisa menampung hingga 10.000 jamaah.

Masjid Raya Makassar ini dibangun dengan rancangan dua lantai, yang mana secara geografis terletak pada Jl. Bulusaraung,Masjid ini semula memakai bahan bangunan sekitar 80 persen dari bahan baku produksi lokal, dan Muhammad Soebardjo telah merancang pembangunan masjid ini,dengan rancangan utama memiliki dua menara dengan tinggi 66,66 meter dengan daya tampung jamaah sekitar 10.000.

Fasilitas dari sini bisa untuk memenuhi masyarakat dalam menggali ilmu, yakni berupa perpustakaan, kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawes Selatan.

Bangunan masjid Raya Makassar ini terletak sangat dekat dengan bangunan lainnya, yang berada di Jalan Masjid Raya, Bontoala, Andalas Makassar Sulawesi Selatan. Masjid Raya Makassar tersebut terbangun di atas lapangan sepak bola dimulai pada tahun 1948 dengan nama “Exelsior Makassar”.

Disaat itu ada diadakan sebuah lomba yang diperlombakan Musabaqoh Tilawatil Al-Qur’an yang diadakan di Masjid Raya Makassar yang terpilih untuk diadakan perlombaan. Acara ini juga merupakan yang pertama kali pada tahun 1955 lalu.

Sempat ada beberapa petinggi pemerintahan Indonesia yang juga pernah berkunjung di Masjid Raya Makassar ini. Sebut saja Presiden pertama Ir. Soekarno beliau menyempatkan diri berkunjung di Masjid Raya Makassar untuk melaksanakan ibadah Shalat Jum’at pada tahun 1957.

Kubah Masjid Raya Makassar

Di sisi lain juga mantan Presiden Soeharto pun pernah juga berkunjung di Masjid Raya Makassar dan melaksanakan Shalat Juma’at di sana pada tahun 1967.

Pembangunan dan Perawatan Masjid Raya Makassar

Bangunan awal pada Masjid Raya Makassar ini dirancang oleh arsitektur terkenal pada waktu itu yakni bapak M. Soebardjo dan dibangun pada tanggal 25 Mei 1949. Untuk pembiayaan awal pembangunan Masjid Raya Makassar menelan biaya sekitar Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah) dengan awal mula K. H. Ahmad Bone.

K. H. Ahmad Bone sendiri merupakan seorang ulama asal Kabupaten Bone tahun 1947 dan menunjuk ketua panitia KH. Muchtar Lutfi, yang di mana dua tahun kemudian diresmikan dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 1,2 juta rupiah pada tahun 1949.

Masjid Raya Makassar ini setidaknya sempat beberapa kali mengalami renovasi dalam skala besar,meski pada mulanya masyarakat sekitar ini telah mengira bahwa renovasi tersebut merupakan simbol sebagai kapitalis. Namun,akan tetapi, Jusuf Kalla yang saat itu merupakan orang yang mempunyai gagasan awal renovasi masjid.

Meyakinkan juga bahwa pembangunan ulang masjid itu dengan tujuan adalah untuk bisa memperluas dan juga memperindah tingkat kemegahan pada Masjid Raya Makassar. Agar masjid ini menjadi kebanggan masyarakat Makassar.

Gubernur HZB Palaguna pada tanggal 9 Oktober 1999 meletakkan batu pertama pembangunan ulang masjid Raya Makassar ini. Maka,sesudah renovasi mempunyai hasil yang sungguh tak diduga dan luar biasa. Masjid Raya Makassar nampak sangat megah dengan sentuhan arsitektur Meditaria, yang mirip seperti di Masjid di Timur Tengah.

Masjid Raya Makassar hingga sekarang memiliki dua buah menara yang mempunyai tinggi mencapai 66.90 meter. Tak hanya itu saja, sekarang masjid ini dapat menampung para jamaah sebanyak 10.000 jamaah. Tersedia juga beberapa fasilitas untuk para jamaah atau pengunjung, seperti perpustakaan dan juga kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal yang menarik dari masjid raya makassar ini adalah terdapat sebuah koleksi Al-Qur’an yang mempunyai ukuran sangat besar dengan ukuran 1 x 1.5 meter dan dipajang di bagian lantai 2,yang mana bertujuan agar menjadi daya tarik bagi para jamaah dan juga pengunjung. Dalam pembuatannya, Al-Qur’an tersebut menggunakan kertas yang mempunyai kualitas terbaik dan untuk penulisannya pun juga menggunakan campuran tinta yang di datangkan langsung dari negeri Tirai Bambu Cina dan juga ada sedikit tambahan Air Teh Kental agar tidak luntur dan bertahan dalam rentan waktu yang panjang.

Al-Qur’an besar ini merupakan sebuah produk ke-6 dari Yayasan Al-Asy’ariah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Penulis utama Al-Qur’an ini adalah KH.Ahmad Faqih Muntaha, yang mana tak lain tak bukan merupakan anak dari penghafal dan juga penulis kaligrafi terkenal KH.Muntaha Al-Hafidz

Sumbangan Pak JK  (Jusuf Kalla) Untuk Renovasi Masjid Raya Makassar

Dana pembangunan masjid raya makassar ini masing-masing didapatkan dari Jusuf Kalla (JK) sebesar Rp18,5 miliar, Aksa Mahmud (Bosowa Coorporation) Rp1,5 miliar, Pemkot Makassar Rp3 miliar, Pemprov Sulsel Rp1 miliar, jamaah masjid Rp1 miliar dan Andi Sose Rp500 juta. Pada hari jumat atau pada tanggal 27 Mei 2005 yang mana kebetulan bertepatan dengan  tanggal 18 Rabiul Akhir 1426 H, Masjid Raya Makassar ini akhirmya diresmikan pemakaiannya oleh Wakil Presiden RI, Drs H Muhammad Jusuf Kalla.

Cerita para penjaga sepatu

Ada berkah tersendiri bagi beberapa remaja ketika tiap hari Jumat tiba. Mereka mencari rezeki dengan cara menjadi penjaga alas kaki di Masjid Raya Makassar. Hanya mempunyai bekal yakni pengalas yang terbuat dari terpal ataupun koran bekas dan juga kartu bernomor, mereka siap beraksi. Setiap hari Jumat selalu menjadi penjaga alas kaki di Masjid Raya.

Beroperasi di dekat pintu masuk lantai bawah dan langsung menuju ke tempat wudhu. Penghasilannya Bisa sampai seratus ribu, dan akan dibagi dua sama pengurus Masjid.

Di Masjid Raya Makassar ini juga banyak sekali tempat penitipan sandal dan sepatu, maka kita pun tinggal memilih sesuai posisi ideal kita, mau di lantai bawah, lantai atas, samping kiri, dan samping kanan. Semua terbukti mampu menjaga alas kaki dengan aman dan pengunjung juga terasa nyaman.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>